16 Agu 2012

mekar di atas endapan


Rembulan hadir disamar awan,
malam temaram, bayang-bayang raib, warna dilebur dalam gelap

Iring melekat, ingatan hadir memijak kini, 
datangkan jejak di lampau waktu

Acuh dilerai, mendaur rasa terarung langkah,
membiak rona mekarkan jemari,
meraih kata, mendulang kalimat, merajut jarak mendekat antara.

Alir ke alur merambati lereng-lereng cekung, benturkan suara meretak bunyi lepaskan buih,
meresap di dinding-dinding lembab,
tersentuh segarkan nafas

Gempita gemakan suara bersahut,
larung di udara rambatkan nyanyian ke segala musim

Usai gugur, semi merebak bagai aroma berterbangan melingkupi
nafas, jejak mewangi harumkan ruang digerak langkah yang diwarnai mentari.

Sadur waktu membilang hari, terbilang lisan di aneka jalan,
ragam dirupa merupa diri, masa berwaktu sempatkan diri mengukir kenangan.

Terdengar merdu merawan rasa,
tertawan di rasa hadirkan nada, terhadap dilahir merupa
pandangan, tumbuh berakar seolah benih menjadi pohon.

Ibarat menggelar, hinggap bernyanyi dalam irama
memainkan nada kehidupan,

Nuansa di rasa meromankan
gerak, di kaki, di tangan menggelar setapak menyusun jejak.

Elok di ujung jalan, terbias bayangbayang mengaromai laku
di nafas dan di gerak, merelis kehidupan selama hidup.



mekar di atas endapan
oleh adi_ms
16 Juli 2012 pukul 17:11 

Tidak ada komentar:

terimakasih

semoga baik manfaatnya dan tepat penggunaannya.
wassalamuallaikum.