19 Okt 2012

berkata di nama



Nadanada bahasa, sebagaimana kata bukankah ia kan berbunyi bila alat ucap berhasil meminang udara oleh bibir digeraknya ?

Ada bunyi menyebut kata mewali nama

Terkadang indah terdengar, menyemat dalam rasa serupa untaian irama gerakan jemari mengayun dalam ayunan melambai 

Seolah melukis wajah sebuah kisah atas perjalanan angin pengantar suara satu riwayat pengabaran.

Yang tiada luputkan dinding, ke mana, dirambatnya menyentuh bersandarkan diri.

Adakala ia mencari liang pun lubang, melepas dikandung badan, dalam diam, heningkan diri.

Nyanyian jiwa, untaian citra rasa, seruan seni karya bergerak, seakan pemandangan alam, menali menaut eratkan sisisisi.

Indah, bukan cantik sekedar penarik dipandang mata, akannya indah seruan jiwa dan rasa di auranya,
jelita, diri menawan di kemas raga.

Hirup udara melega jantung, disurut dipasangnya merasa akannya hembusan angin bertiup dari langit menuruni lereng bebukit, kadar berlari mengecup kembang dan bunga menawar embun tersuguh.

Ada aroma, datang hadirkan wangi, mengharum nafas seolah tutur lembut sebuah suara di bunyi, berkidung melantun do'a bagi penawan rasa di lena hati.

Rasa membaca jiwa, mengembara dari lauh ke lauh, serupa mata mencari, melihat benda di antara ribuan hiasan mewarna bayangan, sedang raga dijerat daya bagi jasadnya.

Oleh mata ditatapnya mata, dalam mata segala rupa warna keindahan meronai rasa dalam sukacita pun
dukacita.

Nama,
Adanya kala datang dan kadang hadir berkala waktu.
Teraba pun terasa bisa di tahu.
Sperti hari,
Yang di tahu.
Ada kata mengucap menyebut nama. 



(berkata di nama)
oleh adi_ms 14 Juni 2012 pukul 23:01 ·

18 Okt 2012

mata mata mata



tiada kabut menutup cahaya terang membias silaulah mata
terlalu buta bila merasa tiada terang dipandang mata
tampak hadir rerupa warna melukis wajah di bening mata
mengerti abainya keinginan atas hasrat digapai mata
tetap milik sebagaimana hati bukan di luar mata.

bermimpi bukan menyangkal nyata
antara jujur dan dusta ada saksi nyata
hadir di hadapan mata
membolakbalik hati atas kejadian nyata.

belakang pun depan ada diri memiliki mata melihat nyata,
melihat menjangkau melalui mata
muka menjadi punggung menjadi muka
tangan dan kaki menunjuk jalan atas melihatnya mata.

tanpa harus melahirkan ingin
hanya mengerti sebelum kehilangan
langkah tercekal pikiran
rasa percaya di tegun yakin

suka duka seuntai sandiwara
suguhan materi berlatar rasa
arus melingkar lintas bertangga
ke atas pun ke bawah merupa irama
sejak lalu menjadi kini ketika kini berlalu dalam antara.


oleh Adi_M.S
7 Juli 2012 pukul 14:52









17 Okt 2012

memandang bias pandangan





isyarat rasa mula terlukis 
gambaran jiwa telah dironai
keinginan damba telah dikata
semerbak tebaran aroma tercium

menggetar jiwa,
menghambur bahasa,
menggema rindu,

penapak tiadalah henti beralih tapak tinggalkan jejak
bertaut telusuri setapak menimang pikir hadirnya rona merupa 

padanya setapak, 
mengibas belukar menemu jalan mendulang bahasa
mencabar memetik aksara 

pandang memandang,
pisah terbias mengarsir ruang mewarna dinding
dapati pewarna mencabar bayangan

pandang memandang,
dapati warna semata diri
mengarsir ruang warna dihitamputihnya rasa.

kota bima, 16_02_2011
by: adi_m.s


terimakasih

semoga baik manfaatnya dan tepat penggunaannya.
wassalamuallaikum.