Nadanada bahasa, sebagaimana kata bukankah ia kan berbunyi bila alat ucap berhasil meminang udara oleh bibir digeraknya ?Ada bunyi menyebut kata mewali namaTerkadang indah terdengar, menyemat dalam rasa serupa untaian irama gerakan jemari mengayun dalam ayunan melambaiSeolah melukis wajah sebuah kisah atas perjalanan angin pengantar suara satu riwayat pengabaran.Yang tiada luputkan dinding, ke mana, dirambatnya menyentuh bersandarkan diri.Adakala ia mencari liang pun lubang, melepas dikandung badan, dalam diam, heningkan diri.Nyanyian jiwa, untaian citra rasa, seruan seni karya bergerak, seakan pemandangan alam, menali menaut eratkan sisisisi.Indah, bukan cantik sekedar penarik dipandang mata, akannya indah seruan jiwa dan rasa di auranya,jelita, diri menawan di kemas raga.Hirup udara melega jantung, disurut dipasangnya merasa akannya hembusan angin bertiup dari langit menuruni lereng bebukit, kadar berlari mengecup kembang dan bunga menawar embun tersuguh.Ada aroma, datang hadirkan wangi, mengharum nafas seolah tutur lembut sebuah suara di bunyi, berkidung melantun do'a bagi penawan rasa di lena hati.Rasa membaca jiwa, mengembara dari lauh ke lauh, serupa mata mencari, melihat benda di antara ribuan hiasan mewarna bayangan, sedang raga dijerat daya bagi jasadnya.Oleh mata ditatapnya mata, dalam mata segala rupa warna keindahan meronai rasa dalam sukacita pundukacita.Nama,
Adanya kala datang dan kadang hadir berkala waktu.
Teraba pun terasa bisa di tahu.
Sperti hari,
Yang di tahu.
Ada kata mengucap menyebut nama.
(berkata di nama)
oleh adi_ms 14 Juni 2012 pukul 23:01 ·

