saya mengambilnya, kemudian saya datang kepadanya.
saya menaut menali seolah saya bernyanyikan katakatanya.
bersenandung suka ria mengantarai gerakan saya dalam citra rasa yang hadir ketika menautkan katakata bertemali.
cita rasa memisah saya dari diri saya. saya kehadiran warna di mata hingga mata saya perih. saya, mata saya lembab kemudian saya berkedip lalu jatuhlah setetes air. saya menadah air menggunakan telapak tangan saya yang saya bentukkan seperti kelopak bunga yang hendak memekar kuncup. kemudian saya berkunjung ke tiap perjalanan saya untuk meletakkan setetes bagian dari tetesan air mata saya yang menetes oleh perih mata melihat warna bercitra di antara ruasruas pembias warna depan mata saya.
saya menaut menali seolah saya bernyanyikan katakatanya.
bersenandung suka ria mengantarai gerakan saya dalam citra rasa yang hadir ketika menautkan katakata bertemali.
cita rasa memisah saya dari diri saya. saya kehadiran warna di mata hingga mata saya perih. saya, mata saya lembab kemudian saya berkedip lalu jatuhlah setetes air. saya menadah air menggunakan telapak tangan saya yang saya bentukkan seperti kelopak bunga yang hendak memekar kuncup. kemudian saya berkunjung ke tiap perjalanan saya untuk meletakkan setetes bagian dari tetesan air mata saya yang menetes oleh perih mata melihat warna bercitra di antara ruasruas pembias warna depan mata saya.
saya letakkan setetes di akar dari sebagian tetesan air yang menetes. kemudian selalu saya lakukan demikian di tiap berkunjung di pada dari setiap perjalanan saya.
pernah saya berpikir, patuh menerima yang terjadi pada saya, akan dapat mengatur kehidupan diri saya,
memisahkan kebaikan dari keburukan atau hal buruk dari hal baik yang terjadi kedalam ujian diri.
atau dengan itu, saya dapatkan cara untuk berperilaku yang sesungguhnya di esok hari, namun sering menawarkan saya pada satu kenyataan yang hanya akan berlalu begitu saja seperti hari ini atau hari kemarin. atau seperti kehadiran mentari sepanjang hari yang hanya dapat dinikmati sinarnya dan bersembunyi dari tajamnya mata memandang kebekuan yang terselubungkan hangatnya sinar dari sejuknya cahaya.
memisahkan kebaikan dari keburukan atau hal buruk dari hal baik yang terjadi kedalam ujian diri.
atau dengan itu, saya dapatkan cara untuk berperilaku yang sesungguhnya di esok hari, namun sering menawarkan saya pada satu kenyataan yang hanya akan berlalu begitu saja seperti hari ini atau hari kemarin. atau seperti kehadiran mentari sepanjang hari yang hanya dapat dinikmati sinarnya dan bersembunyi dari tajamnya mata memandang kebekuan yang terselubungkan hangatnya sinar dari sejuknya cahaya.
mencoba menyalakan
bara menjadi api, namun kobaran api mengeluarkan asap yang hanya akan mengganggu peredaran
nafas makhluk lain, namun saya senantiasa membutuhkan api yang akan dapat memberi kehangatan dan peleburan diri dari kebekuan diri oleh banyaknya air yang mengalir melingkar diri dari
tiap hembusan angin yang membawa ceritera berita.
jangan berfikir menanggung derita pada hari ini demi kebahagiaan esok hari, bukankah setelah kini tiadalah seorang tahu tentang nanti bilamana terjadi sesuai gambar yang berbayang diketikanya menggerakkan langkah.
jangan berfikir menanggung derita pada hari ini demi kebahagiaan esok hari, bukankah setelah kini tiadalah seorang tahu tentang nanti bilamana terjadi sesuai gambar yang berbayang diketikanya menggerakkan langkah.
pernahkah anda berpikir dengan patuh menerima yang terjadi pada anda, telah dapat mengatur kehidupan diri anda ?
memisahkan kebaikan dari keburukan atau hal buruk dari hal baik yang terjadi kedalam ujian diri masingmasing.
atau dengan itu, anda dapatkan cara untuk berperilaku yang sesungguhnya di esok hari ?
atau hanya akan berlalu begitu saja seperti hari ini atau hari kemarin ?
bisakah saya menduga ?
apakah kehadiran anda dalam jangkauan pengelihatan saya, anda mencoba untuk mengingatkan saya tentang sesuatu ?
atau apakah saya mencoba untuk mengingatkan anda tentang sesuatu pula ?
dari setiap perjalanan, dari setiap ingatan yang selalu diri bisa bernafas atas tiap kehadiran dalam kehidupan ini. semua dalam jarak yang dekat, sangat dekat dalam ingatan dan bisa lebih jauh berada dalam kelupaan dari rasa dan pikiran sebagai keberadaan yang meriwayat jejak.
kehadiran saya adalah tentang diri saya meski berada pada jangkauan pengelihatan anda. namun saya akan mendekatkan diri pada anda, asalkan anda setuju terhadap apa yang terjadi pada saya adalah urusan saya yang hendak agar anda mau mengetahuinya. namun memungkinkan akan dianggap sebagai urusan umum bila anda membicarakannya pada yang lain.
tapi di tempat ini, saat ini, ini adalah diri saya, saya sendiri.
memisahkan kebaikan dari keburukan atau hal buruk dari hal baik yang terjadi kedalam ujian diri masingmasing.
atau dengan itu, anda dapatkan cara untuk berperilaku yang sesungguhnya di esok hari ?
atau hanya akan berlalu begitu saja seperti hari ini atau hari kemarin ?
bisakah saya menduga ?
apakah kehadiran anda dalam jangkauan pengelihatan saya, anda mencoba untuk mengingatkan saya tentang sesuatu ?
atau apakah saya mencoba untuk mengingatkan anda tentang sesuatu pula ?
dari setiap perjalanan, dari setiap ingatan yang selalu diri bisa bernafas atas tiap kehadiran dalam kehidupan ini. semua dalam jarak yang dekat, sangat dekat dalam ingatan dan bisa lebih jauh berada dalam kelupaan dari rasa dan pikiran sebagai keberadaan yang meriwayat jejak.
kehadiran saya adalah tentang diri saya meski berada pada jangkauan pengelihatan anda. namun saya akan mendekatkan diri pada anda, asalkan anda setuju terhadap apa yang terjadi pada saya adalah urusan saya yang hendak agar anda mau mengetahuinya. namun memungkinkan akan dianggap sebagai urusan umum bila anda membicarakannya pada yang lain.
tapi di tempat ini, saat ini, ini adalah diri saya, saya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar